Kritik Anda adalah Kue Anda
Ditulis
oleh: Anne Ahira
| Add caption |
Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.
Razzie
Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya
buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di
film 'Cat Woman', Ia
adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan
tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video.
Sambutannya
sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap
ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya.
Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu
tidak bisa menerima kritikan'."
Tepukan-tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat
memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan.
.
Nah,
sekarang, apa arti kritik bagi ? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang
tidak terduga, atau simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik
layaknya ia menerima pujian?
Kritik
memiliki banyak bentuk. Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan,
hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik.
Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna,
memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin
bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya.
Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada
dikritik. :-)
Kalau
suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan
pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang
lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di
lapangan. ;-
Belum
lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai
berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. :-)
Namun
bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah seandainya mendapatkan
kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus lakukan?
Jawabannya adalah. =>
Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita! Mungkinkah? Mengapa
tidak! :-) Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.
Berikut
tips untuk saat menghadapi kritik:
1.
Ubah
Paradigma Terhadap Kritik tidak
sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu
benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih
peduli* kepada kita.
Coba perhatikan
perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk
mengetahui kelemahannya. Bayangkan jika harus melakukan hal yang sama,
mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan ! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.
Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.
2.
Cari tahu
sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu
detil kritik yang disampaikan. Bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi
terhadap diri . Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada . Tokh tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal.
Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada . Tokh tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal.
3.
Kritik
tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. tidak perlu merasa marah atau memasukkannya
ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah
apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan
seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan kelak.
Jangan pernah balas kritik dengan kritik.
Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran.
Tidak ada gunanya.
4.
Terimalah
kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita
agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.
| Add caption |





