PEMUDA LIMBONG

Visi Kabupaten Kubu Raya

TERDEPAN DAN BERKUALITAS : Kubu Raya Ku, Kubu Raya Mu, Kubu Raya Kita Kubu Raya for Indonesia

Gelora BUNG KARNO

Indonesia vs Malaysia (Desember 2010): Meskipun kalah Kita bangga dengan perjuangan Tim PSSI. Sukses selalu PSSI...!!!.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 27 September 2012

Selasa, 31 Januari 2012

Sejarah Kerajaan Kubu (Bagian 1)


Makam Syarif Idrus Al Aydrus
Pendiri Kerajaan kubu


                   BAB I
RAJA RAJA KERAJAAN KUBU

A.    RAJA PERTAMA (1780 M-1794 M)

    Sehubungan dengan telah berkembangnya Kubu menjadi sebuah negeri, maka pada tahun 1780 M dinobatkanlah secara resmi Sayidis Syarif Idrus bin Abdurrahman Al Aydrus menjadi Raja Kubu Pertama dengan gelar Tuan Besar Raja Kubu.

        Dan pada tahun itu juga didirikan sebuah istana (kelak kemudian pada bekas istana tersebut didirikan masjid raya, yang sekarang bernama Masjid Jami’ Khairussa’adah).

    Beliau dibantu oleh menteri-menteri kerajaan:
    1.    Sayid Hamzah Al Baraqbah,
    2.    Sayid Ali As-Shahabuddin,
    3.    Seikh Ahmad Faluga.

        Dalam usaha memperluas negeri dibuka lagi beberapa perkampungan antara lain di Sungai Radak dan Sungai Kemuning, yang sampai sekarang masih ada dan ditempati suku-suku Melayu dan Dayak.

        Setelah kira-kira 14 tahun menjadi raja di Kubu, timbul perselisihan dengan Kerajaan Siak. Pokok persengketaan hanya disebabkan oleh sebuah meriam kecil yang bernama Tupai Beradu.
        Negeri Kubu diserang oleh orang-orang Siak dengan beberapa buah perahu, namun laskar Siak dapat dikalahkan dan dipukul mundur.

        Setelah tujuh bulan peristiwa tersebut berlalu, putra Beliau bernama Syarif Alwi yang selama ini bermukim di Jawa datang ke Kubu.

        Dibentuklah sebuah pasukan yang dipimpin oleh Syarif Alwi untuk menyerang pertahanan orang Siak. Dalam pertempuran itu kemenangan berada di pihak Kubu kedudukan Siak dapat dilumpuhkan.

        Masih dalam suasana siap siaga kemungkinan serangan balik oleh orang-orang Siak, tiba-tiba Sayid Syarif Idrus bin Abdurrahman Al Aydrus wafat.

        Terbetik berita bahwa Beliau dibunuh oleh pelayannya sendiri menjelang sembahyang subuh karena disangka oleh pelayan tersebut musuh yang menyelinap memasuki istana.

        Beliau wafat pada hari Ahad, 26 Dzulqaidah 1209 H (1794 M) dan dimakamkan di dekat Masjid Raya yang ada sekarang (Masjid Jami Khairussa’adah, Kubu).

Catatan:
a.    Pada waktu itu negeri Kubu baru berpenduduk kira-kira 700 jiwa.
b.    Beliau berputra:
  1. Syarifah Aisyah, di Palembang.
  2. Syarif Muhammad, berzuriat 2 putri dan 9 putra.
  3. Syarif Alwi, berzuriat 1 putri dan 14 putra
  4. Syarif Abdurrahman, berzuriat 6 putra. (Beliau dikawinkan pula pada Syarifah Aisyah, putrid Sultan Abdurrahman asal kelahiran dari permaisuri Utin Candramidi dan bermakam di Batu Layang).
  5. Syarif Abdul Hamid, berzuriat 3 putra.
  6. Syarif Mustafa, berzuriat 3 putri dan 3 putra.
  7. Syarif Hasan, berzuriat 2 putra.
  8. Syarif Zain, berzuriat 3 putra.
  9. Syarif Hasyim, berzuriat 1 putra
  10. Syarif Husin, masih belum diketahui.
  11. Syarif Saleh, masih belum diketahui.
  12. Syarifah Fatimah, tiada berzuriat dan dimakamkan di Batu Layang. Ibundanya ialah Syarifah Aisyah binti Habib Husin Al Kadri (saudara Sultan Abdurrahman).
c.
  1. Syarifah Aisyah dan Syarif Alwi, satu ibu asal Palembang.
  2. Syarif Muhammad dan Syarif Abdurrahman, satu ibu asal Jawa.
  3. Selainnya dari beberapa istri asal Kalimantan Barat.

4.    Menurut catatan yang ada, Syarif Zain dan Syarif Hasyim hanya beroleh dua putra dan
       keturunannya belum diketahui.

    Syarif Husin dan Syarif Saleh sampai sekarang masih belum diketahui di mana bermukimnya, dan ada kabar lagi yang menerangkan bahwa keduanya ini tidak mempunyai keturunan.
   
    Syarif Mustafa, keturunannya banyak, tetapi tidak terdapat di Indonesia karena sebagian besar berada di Semenanjung Malaysia. (*)

Kritik Anda adalah Kue Anda


Kritik Anda adalah Kue Anda
Ditulis oleh: Anne Ahira

Add caption
"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan."  -- Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film 'Cat Woman', Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video. 

Sambutannya sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan'."

Tepukan-tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup menerima kritikan.
.
Nah, sekarang, apa arti kritik bagi ? Apakah itu musibah buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau simbol kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk. Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan bola sendiri di lapangan. ;-

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling benar. :-) 

Namun bukan itu permasalahannya! Pertanyaannya sekarang adalah seandainya mendapatkan kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus lakukan? 
Jawabannya adalah. => Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita! Mungkinkah? Mengapa tidak! :-) Kita mempunyai wewenang penuh untuk mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk saat menghadapi kritik:
1.      Ubah Paradigma Terhadap Kritik tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita.
Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya. Bayangkan jika harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan ! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2.      Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Bias belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri . Bisa jadi kritik yang disampaikan benar adanya.
Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik sekaligus saran kepada . Tokh tidak akan menjadi rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru yang mendukung goal.

3.      Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak.  tidak perlu merasa marah atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua orang. Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua itu untuk perbaikan yang menguntungkan kelak.
Jangan pernah balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya.

4.      Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Add caption
Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus keberanian untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue . Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan sesuatu yang berharga. So, jangan pernah bosan untuk memburu  kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan  lapang dada! :-)